pelangi hati

Diberdayakan oleh Blogger.

welcome pelangi hati

RSS

Jumat, 28 Oktober 2011

saledri anti inflamasi


KLASIFIKASI TANAMAN SELEDRI
Kingdom       : Plantae
Subkingdom  : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi           : Magnoliophyta
Kelas            : Magnoliopsida
Sub Kelas     : Rosidae
Ordo            : Apiales
Famili           : Apiaceae
Genus           Apium
Spesies        Apium graveolens L.

1.     SELEDRI ANTI INFLAMASI
a.      KASUS
Persendian Bp Sabar terlihat bengkak dan ternyata ketika istrinya memberi minuman dari perasan daun seledri bengkaknya berkurang
b.    IDENTIFIKASI MASALAH
1)    Apa yang diderita oleh Pak Sabar ?
2)   Bagaimana cara pembuatan perasan daun seledri ?
3)   Apa kandungan zat aktif  daun seledri yang berkhasiat sebagai antiinflamasi? Bagaimana sifat fisika kimia zat aktif tersebut?
4)   Bagaimana mekanisme kerja zat aktif seledri?
5)   Bagaimana alternatif cara penyarian seledri selain metode perasan?
c.    PEMBAHASAN
Pada kasus ini, Bp Sabar mengalami bengkak pada persendiaan karena tidak diketauhi secara pasti bagaimana kondisi bengkaknya, kami menyimpulkan bahwa bengkak persendian pasien karena REMATIK
Terapi yang diberikan adalah memberi minuman dari perasan daun seledri
minuman dari perasan daun seledri
Pembuatan minuman dari perasaan daun seledri pada kasus ini kami simpulkan bahwa pembuatannya dengan menghancurkan seledri kemudian ditambahkan air matang kemudian diperas diambil sarinya kemudian sari perasan seledri tersebut diminumkan ke pasien
Kandungan Zat Aktif pada Daun Seledri
Daun seledri mengandung senyawa apiin, apigenin, manitol, inositol, asparagina, glutamina, kolina, linamarosa kalium dan natrium. Apigenin terbentuk dari proses hidrolisis apiin yang dibantu oleh asam lambung (HCl).
         Apiin merupakan zat aktif utama yang terkandung di dalam tanaman seledri.
         Di dalam tubuh, apiin (glikosida flavonoid) dapat terhidrolisis oleh asam lambung menjadi gula dan aglikon apigenin
         Apigenin merupakan zat aktif yang berkhasiat untuk mengatasi inflamasi
sifat fisika kimia zat aktif apigenin
         Fisika :
-tahan pemanasan,
-titik lebur 349-350 C
-tidak stabil terhadap cahaya, oksidasi dan perubahan kimia
-bersifat polar karena ada gugus OH nya
-rasany pahit
-baunya aromatis
         Kimia :
-rumus molekul : C15H10O5
-BM : 270,23 g/mol

Mekanisme apigenin sebagai anti inflamasi adalah dengan menghambat enzim merupakan aglikon flavonoid yang mana mekanisme kerja anti inflamasinya menghambat enzim A2 Fosfolipase, Siklooksigenase, dan Lipooksigenase sehingga menghambat pembentukan mediator inflamasi prostaglandin dan leukotrine.

Alternatif cara penyarian
Seledri merupakan senyawa flavonoid yang bersifat polar karena mempunyai sejumlah gugus hidroksil bebas atau suatu gula, sehingga akan larut dalam pelarut polar seperti air, etanol, metanol, butanol, aseton, dimetilsulfoksida, dimetilformamida. Untuk pemakaian sendiri, perebusan seledri dengan air selama 15 menit (mulai dari air mendidih) dapat menjadi alternatif pembuatan obat tradisional. Apiin dan apigenin memiliki gugus hidroksil dan keton yang bersebelahan yang dapat membentuk senyawa kompleks dengan logam Al. Sehingga untuk perebusan dengan air tidak boleh menggunakan panci aluminum tetapi dianjurkan menggunakan wadah berbahan tanah liat ataupun stainless steel.

 



daun salam anti diabetes


1. SALAM ANTIDIABET
KLASIFIKASI
Kingdom                 : Plantae
Division                 : Spermatophyta
Subdivision            : Magnoliophytina
Class                      : Magnoliate
Subclass                : Rosidae
Ordo                      : Myrtales
Family                    : Myrtaceae
Genus                     : Eugenia, Syzygium
Spesies:                : Eugenia polyantha , Syzygium polyanthum Wight

a.      KASUS
Ibu nita 40th merasa mudah lelah, mudah haus dan banyak buang air kecil. Dia juga mudah kesemutan. Oleh adiknya disarankan untuk meminum seduhan daun salam setiap hari.
b.     IDENTIFIKASI MASALAH
1)    Gejala apa yang dikeluhkan pasien?
2)   Penyakit yang diderita pasien?
3)   Apa kandungan zat aktif daun salam yang berkhasiat sebagai antidiabetes?Bagaimana Sifat fisika kimia zat tersebut?
4)   Bagaimana cara pembuatan seduhan daun salam?
5)   Alternatif cara penyarian daun salam selain metode seduhan?
6)   Bagaimana mekanisme kerja zat aktif daun salam ?
7)   Bagaimana mekanisme terjadinya DM
c.      PEMBAHASAN
PATOFISIOLOGI DM
Gejala pasien :
         Mudah lelah (fatigue)
         Mudah haus
         Banyak buang air kecil
         Mudah kesemutan
Gejala umum DM:
·         Mudah lelah (fatigue)
·         Mudah haus
·         Banyak buang air kecil
·         Mudah kesemutan
·         Mudah lapar
·         Luka sukar sembuh
·         Sendawa dan keringat bau buah

Dari gejala yang ada kami simpulkan bahwa pasien menderita DM tipe II
KANDUNGAN ZAT AKTIF DAUN SALAM
v  Eugenol à antibakteri
v  Alkaloid àsebagai antibakteri
v  Tanin à antidiare, melapisi dinding usus sehingga menghambat absorbsi glukosa
v  Saponin à
v  Flavonoid à antidiabetik, antioksidan.
Disimpulkan kandungan zat aktif yang berkhasiat sebagai antidiabetik adalah flavonoid dan tanin.
SIFAT FISIKA KIMIA
Sifat fisika kimia flavonoid :
         Tahan pemanasan
         Polar
         Titik lebur 345-350 C
         Mudah teroksidasi oleh cahaya
Sifat fisika kimia tanin
         Tahan pemanasan
         Larut air
         Bersifat polar
         Bau khas,rasa sepat,warna putih kekuningan sampai coklat terang
         Warna menjadi gelap apabila terkena cahaya langsung atau di udara terbuka
         Dapat terhidrolisis oleh asam, basa atau enzim
         Larut dalam air deangan pelarut organik
Kelarutan meningkat dalam air panas
MEKANISME ZAT AKTIF
         Flavonoid
Terutama dalam bentuk glikosidanya. Glikosida flavonoid bertindak sebagai penangkap radikal hidroksil sehingga dapat mencegah aksi diabetogenik.
Pada kasus ini pasien menderita DM tipe II yang dapat diakibatkan oleh kerusakan sel sehingga produksi insulin menurun. Flavonoid disini berfungsi untuk melindungi sel dari paparan radikal bebas sehingga menghambat progress kerusakan sel.
         Tanin
Tanin membentuk komplek dengan protein di jonjot-jonjot usus sehingga menghambat absorbsi glukosa dan lemak.
SEDUHAN DAUN SALAM
serbuk simplisia diaduk dengan air matang panas dan diminum beserta ampasnya.
ALTERNATIF SELAIN SEDUHAN
Dilihat dari sifat fisika kimia, zat aktif sudah dapat tersari dalam air sehingga tidak perlu meminum dengan ampasnya maka dipilih metode rebusan.
Cara:
7-15 lembar daun salam direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih menjadi 1 gelas air. Setelah dingin, saring dan minum sehari dua kali masing-masing setengah gelas. Diminum pagi dan sore hari sebelum makan.