1. SALAM ANTIDIABET
KLASIFIKASI
Kingdom : Plantae
Division : Spermatophyta
Subdivision : Magnoliophytina
Class : Magnoliate
Subclass : Rosidae
Ordo : Myrtales
Family : Myrtaceae
Genus : Eugenia, Syzygium
Spesies: : Eugenia polyantha , Syzygium polyanthum Wight
a. KASUS
Ibu nita 40th merasa mudah lelah, mudah haus dan banyak buang air kecil. Dia juga mudah kesemutan. Oleh adiknya disarankan untuk meminum seduhan daun salam setiap hari.
b. IDENTIFIKASI MASALAH
1) Gejala apa yang dikeluhkan pasien?
2) Penyakit yang diderita pasien?
3) Apa kandungan zat aktif daun salam yang berkhasiat sebagai antidiabetes?Bagaimana Sifat fisika kimia zat tersebut?
4) Bagaimana cara pembuatan seduhan daun salam?
5) Alternatif cara penyarian daun salam selain metode seduhan?
6) Bagaimana mekanisme kerja zat aktif daun salam ?
7) Bagaimana mekanisme terjadinya DM
c. PEMBAHASAN
PATOFISIOLOGI DM
Gejala pasien :
• Mudah lelah (fatigue)
• Mudah haus
• Banyak buang air kecil
• Mudah kesemutan
Gejala umum DM:
· Mudah lelah (fatigue)
· Mudah haus
· Banyak buang air kecil
· Mudah kesemutan
· Mudah lapar
· Luka sukar sembuh
· Sendawa dan keringat bau buah
Dari gejala yang ada kami simpulkan bahwa pasien menderita DM tipe II
KANDUNGAN ZAT AKTIF DAUN SALAM
v Eugenol à antibakteri
v Alkaloid àsebagai antibakteri
v Tanin à antidiare, melapisi dinding usus sehingga menghambat absorbsi glukosa
v Saponin à
v Flavonoid à antidiabetik, antioksidan.
Disimpulkan kandungan zat aktif yang berkhasiat sebagai antidiabetik adalah flavonoid dan tanin.
SIFAT FISIKA KIMIA
Sifat fisika kimia flavonoid :
• Tahan pemanasan
• Polar
• Titik lebur 345-350 C
• Mudah teroksidasi oleh cahaya
Sifat fisika kimia tanin
• Tahan pemanasan
• Larut air
• Bersifat polar
• Bau khas,rasa sepat,warna putih kekuningan sampai coklat terang
• Warna menjadi gelap apabila terkena cahaya langsung atau di udara terbuka
• Dapat terhidrolisis oleh asam, basa atau enzim
• Larut dalam air deangan pelarut organik
Kelarutan meningkat dalam air panas
MEKANISME ZAT AKTIF
• Flavonoid
Terutama dalam bentuk glikosidanya. Glikosida flavonoid bertindak sebagai penangkap radikal hidroksil sehingga dapat mencegah aksi diabetogenik.
Pada kasus ini pasien menderita DM tipe II yang dapat diakibatkan oleh kerusakan sel sehingga produksi insulin menurun. Flavonoid disini berfungsi untuk melindungi sel dari paparan radikal bebas sehingga menghambat progress kerusakan sel.
• Tanin
Tanin membentuk komplek dengan protein di jonjot-jonjot usus sehingga menghambat absorbsi glukosa dan lemak.
SEDUHAN DAUN SALAM
serbuk simplisia diaduk dengan air matang panas dan diminum beserta ampasnya.
ALTERNATIF SELAIN SEDUHAN
Dilihat dari sifat fisika kimia, zat aktif sudah dapat tersari dalam air sehingga tidak perlu meminum dengan ampasnya maka dipilih metode rebusan.
Cara:
7-15 lembar daun salam direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih menjadi 1 gelas air. Setelah dingin, saring dan minum sehari dua kali masing-masing setengah gelas. Diminum pagi dan sore hari sebelum makan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar